The Art of Noticing
Dulu, aku menganggap pergi ke kota adalah suatu hal yang menyenangkan. Melihat gedung-gedung besar, menyaksikan pemandangan, dan segala hal yang baru kutemui. Namun, sepanjang perjalanan itu hal paling seru justru saat kepalaku seolah mengajak untuk berbicara. Merangkai kisah-kisah sendiri, membiarkan khayalan tumbuh dari apa yang kulihat. Tulisan yang aku buat hingga dimuat media-media cetak dulu, sebagian besar juga lahir dari kebiasaan itu—mengamati sekeliling. Kadang inspirasi datang saat melihat seseorang mengenakan kostum boneka di pinggir jalan raya, berjalan tak tentu arah sembari menunduk lesu. Atau saat menyaksikan sebuah supercar melaju kencang seakan pengemudinya berusaha mengejar sesuatu yang tak ingin Ia tinggalkan. Mungkin realitanya tidak seperti itu, tapi dari setiap pemandangan yang kutangkap, baik unsur intrinsik maupun ekstrinsik, seringkali lahir lembar-lembar tulisan yang hanya terbit di kepala. I love bei...